Husnul Ma'rifah bersama Pembina
Kota Bima (MU) – Husnul Ma’rifah, siswi Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) 2 Kota Bima berhasil mengharumkan Provinsi Nusa Tenggara Barat
(NTB) dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional yang digelar
di Kota Pontianak Kalimantan Barat yang dihelat pada tanggal 23 – 27 Agustus 2016
lalu. Siswi kelas XII IPA ini berhasil menyumbangkan medali perunggu atau
peringkat ke-15 untuk bidang Kimia dari 33 Provinsi di seluruh Indonesia. Hasil
KSM Tingkat Nasional 2016 diumumkan pada saat malam penutupan pada tanggal 26
Agustus 2016.
Pembina KSM/OSN MAN 2 Kota Bima Bidang
Kimia, Nur Fitriyyah Syarifatul Awaliyah mengaku merasa senang dan bersyukur atas
usaha dan kerja keras serta dukungan dari semua pihak. “Alhamdulillah atas perjuangan selama ini
meski belum bisa menyumbangkan medali perak bahkan medali emas, tapi masih bisa
memberikan sesuatu yang berarti bagi
sekolah”.
Fitriyyah menambahkan, persiapan
untuk KSM Tingkat Nasional berbeda saat KSM Tingkat Provinsi. Persiapannya lebih
ditingkatkan lagi dengan cara mencari soal-soal baru dan berbeda dengan soal
saat pembinaan untuk KSM Tingkat Provinsi. Metode pembinaan juga sedikit
dirubah dari sebelumnya. Apalagi untuk KSM Tingkat Nasional, ada materi
tambahan berupa praktikum. Sehingga saat pembinaan beberapa kali melakukan
praktikum dengan materi yang berbeda untuk memantapkan materi apa yang akan
diambil untuk dilombakan pada saat KSM Tingkat Nasional. Setiap peserta
diwajibkan melakukan praktik, materinya bisa dipilih. Husnul Ma’rifah mengambil
Hukum Hess yaitu melakukan uji coba perbedaan suhu dengan menggunakan kalorimeter
sederhana yang dirancang sendiri.
Berdasarkan
keterangan Ifah, panggilan akrab Husnul Ma’rifah, ia merancang sendiri model Kalorimeter
sederhana dengan cara mengukur suhu air panas di dalam kalorimeter sederhana
rancangannya tersebut untuk mengetahui perubahan entalpi dari reaksi kimia
berdasarkan Hukum Hess.
Kepala MAN 2
Kota Bima, Mansyur, S.Ag menyatakan, Husnul Ma’rifah berhasil menyumbangkan
medali perunggu untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat dan mengharumkan nama MAN 2
Kota Bima di Tingkat Nasional. “Alhamdulillah kita meraih medali perunggu
walaupun kita sebenarnya tidak menargetkan apa-apa, tapi berkat kerja keras
siswi dan dukungan dari pembina, MAN 2 Kota Bima bisa menyumbangkan medali
perunggu”, ujarnya.
Mansyur
berharap prestasi yang diraih Husnul Ma’rifah bisa menjadi pemicu semangat bagi
adik-adik kelasnya untuk bisa berprestasi di ajang KSM Nasional tahun depan
yang akan dihelat di Kota Yogyakarta. “MAN 2 Kota Bima akan terus meningkatkan
prestasi, target tersebut akan ditingkatkan lagi, dengan demikian jika target
lebih tinggi maka usaha akan lebih maksimal. Hal ini berkat dukungan dari
berbagai pihak. Berbagai prestasi yang diraih madrasah-madrasah di Kota Bima
tak bisa lepas dari kekompakan seluruh Kepala Madrasah bersama jajaran Kementerian
Agama Kota Bima sehingga mengalami kemajuan yang sangat pesat dibandingkan
madrasah di kota lainnya. Madrasah sudah menjadi pilihan utama apalagi di Kota
Bima, para pejabat pun sudah mau menyekolahkan anak-anaknya ke madrasah. Ini
menunjukkan bahwa terjadi peningkatan mutu pendidikan madrasah yang luar biasa”,
terangnya.
Kompetisi bertema “Ilmu, Iman, Amal
ini keseluruhan kegiatan perlombaan dipusatkan di Hotel Kapuas Palace Kota
Pontianak Kalimantan Barat. Kompetisi Sains Madrasah merupakan kegiatan rutin
tahunan yang bertujuan sebagai wadah olah pikir dan kreativitas siswa-siswi
madrasah/sekolah sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu mengembangkan
IPTEK dan mensinergikannya dengan IMTAQ. Untuk tahun ini juga menyertakan
peserta tidak hanya dari madrasah, tetapi juga diikuti oleh sekolah umum. Materi
yang dilombakan juga tidak hanya soal-soal mengenai sains tetapi juga soal-soal
mengenai materi agama Islam. Hal ini bertujuan agar setiap siswa tidak saja
paham ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi paham dan menguasai ilmu agama
Islam. (Nurrosyidah Yusuf)








