Mansyur, S.Ag, Kepala MAN 2 Kota Bima
Kota Bima (MU) – Madrasah Aliyah Negeri
(MAN) 2 Kota Bima adalah sekolah unggulan yang ada di Kota Bima karena tak
henti-hentinya mengukir berbagai prestasi baik di Tingkat Kota Bima, Tingkat
Provinsi bahkan Tingkat Nasional. Mansyur, S.Ag adalah sosok yang sekarang
memimpin MAN 2 Kota Bima. Sebelum ditempatkan menjadi Kepala MAN 2 Kota Bima,
Mansyur menjalani perjalanan karier yang
cukup melesat mengingat usianya yang masih terbilang muda sudah menempati posisi
yang banyak diincar dan diidamkan orang.
Laki-laki
kelahiran desa Sakuru pada tanggal 15 September 1969 ini merupakan anak ke-4
dari 8 bersaudara dari pasangan H. Hasan Idris dengan Zaniba A. Kadir. Mansyur menghabiskan
masa kecilnya di desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima NTB. Mansyur
menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sakuru tamat tahun 1983.
Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri
Tangga Monta tamat tahun 1986. Setelah itu melanjutkan ke SMEAN Bima (sekarang
SMK Negeri 1 Kota Bima) tamat tahun 1989. Selanjutnya melanjutkan pendidikan ke
Ujung Pandang (sekarang Makassar) di IAIN Alauddin dengan mengambil program
studi Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah. Lulus kuliah tahun 1995 langsung
kembali ke Bima dan ikut tes CPNS Kementerian Agama di tahun 1995 dan lulus.
Pengangkatan pertama ditempatkan menjadi guru di MTsN Raba setelah menerima SK
pengangkatan CPNS di tahun 1996.
Mansyur
mengaku menjadi PNS menjadi cita-citanya karena ingin membahagiakan kedua orang
tuanya yang hanya berprofesi sebagai petani. Disamping berprofesi sebagai petani,
bapaknya merupakan guru ngaji di desanya. Kedua orang tuanya berhasil
membesarkan anaknya yang berjumlah 8 orang tersebut hanya dengan bermodal
bertani. Sedari kecil orang tua telah mendidiknya dan saudara-saudaranya dengan
pendidikan agama yang taat. Terbukti dirinya dan saudara-saudaranya semuanya
berhasil dan menjadi orang yang sukses.
Di
MTsN Raba, Mansyur mengabdikan diri hingga tahun 2003. Kemudian pindah tugas
dan ditempatkan di MAN 3 Bima tahun 2003 hingga tahun 2005. Tak berhenti di situ,
Mansyur pindah tugas dan ditempatkan di MAN 2 Kota Bima pada tahun 2005 hingga
tahun 2006. Sekitar bulan Desember 2006, Mansyur diangkat menjadi Kepala MIN
Tolobali Kota Bima sampai tahun 2009. Kemudian ditempatkan menjadi Kepala MTsN
1 Kota Bima sekitar bulan September pada tahun 2009 hingga tahun 2013. Di bulan
Maret 2013 hingga bulan Februari 2016 menjadi Kepala MAN 1 Kota Bima. Dan dari
bulan Februari 2016 hingga sekarang memimpin MAN 2 Kota Bima.
Kepala
Madrasah yang dikaruniai 4 orang anak, 3 laki-laki dan 1 perempuan ini sangat
mencintai profesinya sebagai guru. Meski sedang dalam keadaan sakit sekali pun
tetap berkomitmen untuk hadir di sekolah. Justru dengan berada di sekolah ternyata
bisa menyembuhkan sakit yang sedang dirasakan. Profesi guru adalah profesi yang
sangat mulia. Sebuah bangsa akan ditentukan oleh guru. Jika guru hebat maka
bangsa tersebut akan hebat. Makanya jadilah guru yang hebat. Hal ini dapat
dicapai denga cara diantaranya adalah seorang guru jangan pernah berhenti
membaca karena dengan banyak membaca akan membangkitkan semangat agar bisa
lebih maju. Disamping itu, seorang guru harus memiliki sikap disiplin. Karena
dengan disipilin akan melatih diri untuk menjadi pribadi yang bertanggung
jawab. Mansyur menyatakan bahwa dirinya suka sekali membaca dan pribadi yang disiplin.
Selama menjadi guru hampir tak pernah libur meski dalam keadaan kurang sehat. Inilah
buah dari hasil didikan bapaknya yang sangat disiplin dan memiliki kegemaran
membaca apa saja.
Tak
heran, berkat dedikasi yang tinggi tersebut, di tahun 2003, Mansyur terpilih
sebagai Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Kabupaten Bima yang diadakan
oleh Kemendiknas Kabupaten Bima. Dan di tahun 2007, berhasil terpilih menjadi
Kepala SD/MI Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Provinsi NTB.
Jiwa
kepemimpinan Mansyur sudah terlihat di masa kuliah. Pengalaman berorganisasi antara
lain: pernah menjadi sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Program Studi Tadris
Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Ujung Pandang, Ketua Umum Studi Club Mahasiswa
Bima (SCMB) Ujung Pandang, pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam
(HMI) Indonesia Bagian Timur. Selama
menjadi guru pun masih aktif berorganisasi. Mansyur pernah menjadi anggota
Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M). Saat ini pun Mansyur menduduki posisi
sebagai Ketua K3M Tingkat Kota Bima.
Setelah puluhan tahun berkecimpung di dunia pendidikan, menurutnya perbedaan siswa dulu
dan sekarang yang paling menonjol adalah dari segi etika. Anak-anak zaman
sekarang kurang bisa menghormati dan menghargai guru. Untuk mengatasi
permasalahan seperti ini harus ada kerjasama antara guru, orang tua,
masyarakat, dan pemerintah untuk mengatasi perilaku anak-anak yang seperti itu.
Harapannya suatu saat madrasah adalah tempat dimana bisa mewakili pendidikan
yang berkarakter di Indonesia.


