Selasa, 27 Juni 2017

YPAPK SCTV – INDOSIAR ADAKAN BAKTI SOSIAL PEMBAGIAN PAKET TAS SEKOLAH DI MAN 2 KOTA BIMA


Bergembira karena mendapatkan paket tas dan alat tulis

Berfoto bersama usai pembagian paket tas dan alat tulis

YPAPK SCTV - Indosiar, Kepala MAN 2 Kota Bima, dan dewan guru  

Kota Bima (MU)_Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPAPK) SCTV - Indosiar menyambangi Kota Bima dalam rangka Bakti Sosial Pembagian Bantuan Paket Tas dan Alat Tulis bagi siswa dan guru di Kota Bima. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima termasuk salah satu sekolah yang menjadi sasaran kegiatan bakti sosial YPAPK SCTV – Indosiar bidang Pendidikan ini. Bakti Sosial Pembagian Bantuan Paket Tas dan Alat Tulis ini sebagai wujud kepedulian pemirsa SCTV – Indosiar melalui YPAPK bagi masyarakat Bima yang terdampak banjir bandang.
            YPAPK SCTV – Indosiar pernah menyambangi Bima pada Januari 2017 lalu pasca banjir bandang dua kali berturut-turut (Rabu, 21 Desember 2016 dan Jum’at, 23 Desember 2016) yang meluluh lantakkan 90% wilayah Bima dan sekitarnya. Ribuan paket sembako dibagikan bagi ribuan warga yang terdampak banjir bandang di beberapa kelurahan di Kota Bima.   
Terdapat 200 paket untuk MAN 2 Kota Bima, 150 paket diperuntukkan bagi siswa/i MAN 2 Kota Bima dan 50 paket diperuntukkan bagi guru. Untuk paket siswa terdiri dari tas sekolah YPAPK, buku tulis, ballpoint, pensil 2B, penggaris, karet penghapus, rautan pensil, dan tempat pensil. Sementara untuk paket guru terdiri dari tas sekolah YPAPK, buku tulis, ballpoint, pensil 2B, penggaris, karet penghapus, rautan pensil, tempat pensil, minyak angin Cap Lang, dan selimut berlogo Indosiar.      
Tim YPAPK memberikan ratusan paket tas dan alat tulis tersebut di halaman madrasah setempat. Ratusan siswa/i yang menerima bantuan paket tas sekolah mengaku merasa senang dan antusias saat Tim YPAPK Jakarta yang diwakili oleh Petrus Dananjoyo menyerahkan bantuan  secara langsung. Terbukti paket tas sekolah tersebut langsung dipakai. Turut hadir Kepala MAN 2 Kota Bima, Mansyur, S.Ag beserta dewan guru.  
Sebanyak 10.50 paket tas sekolah dan alat tulis dibagikan pada Bakti Sosial Pembagian Bantuan Paket Tas dan Alat Tulis di Wilayah Bima. Paket bantuan diberikan kepada seluruh siswa dan guru pada sekolah yang menjadi sasaran. Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran, yakni: TK Aisyiah Tolotongga Kota Bima, SDN 70 Tolotongga Kota Bima, SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima, SDN 56 Kota Bima, MTs dan MA Pondok Pesantren As Shiddiqiyah Kota Bima, MTs dan MA Pondok Pesantren Khalid bin Walid Kota Bima, MAN 2 Kota Bima, SMA Sinar Jaya Kota Bima, dan Sekolah Luar Biasa (SLB); (SDLB, SMPLB, dan SMALB) Ranggo Kota Bima.
Untuk paket siswa terdiri dari tas sekolah YPAPK, buku tulis, ballpoint, pensil 2B, penggaris, karet penghapus, rautan pensil, dan tempat pensil. Untuk paket guru terdiri dari tas sekolah YPAPK, buku tulis, ballpoint, pensil 2B, penggaris, karet penghapus, rautan pensil, tempat pensil, minyak angin Cap Lang, selimut berlogo Indosiar dan kaos YPAPK.      
Selain membagikan paket bantuan ke sekolah, Tim YPAPK juga membagikan bantuan ke Panti Jompo “Meci Angi” Kota Bima. Untuk seluruh pegawai panti paket bantuan berupa selimut berlogo Indosiar, minyak angin Cap Lang, dan kaos YPAPK SCTV – Indosiar. Sedangkan untuk seluruh penghuni panti paket bantuan berupa selimut berlogo Indosiar dan minyak angin Cap Lang.  (Nurrosyidah Yusuf).         





Jumat, 02 Juni 2017

RAHASIA DIBALIK KISAH ASHABUL KAHFI (PARA PENGHUNI GUA) DENGAN SAINS MODERN


Hasil gambar untuk GUA ASHABUL KAHFI
Tugu Gua Ashabul Kahfi di Yordania

Gua Ashabul Kahfi
Bagian dalam Gua Ashabul Kahfi

Gua Ashabul Kahfi
Pintu masuk Gua Ashabul Kahfi yang telah dipugar Pemerintah Yordania

Gua Ashabul Kahfi
Bagian dalam Gua Ashabul Kahfi

Suatu hari di tahun 2003, saat saya masih kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saya membaca tafsiran QS. Al-Kahfi (Para Penghuni Gua). Dikisahkan ada 7 pemuda yang tertidur di dalam gua selama 309 tahun. Ada kalimat yang membuat saya sangat penasaran. Terjemahannya adalah sebagai berikut:

"Dan mereka tinggal dalam gua tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)". (QS. al-Kahfi: 25)

Saat itu saya berpikir, kenapa tidak digabung saja menjadi tiga ratus sembilan tahun? Mengapa kalimatnya memakai "DITAMBAH (LAGI). Setelah proses mencari dari berbagai buku dan sumber, akhirnya ketemu juga jawabannya. Hal ini berkaitan erat dengan perbedaan antara Tahun Matahari (Tahun Syamsiah) yang perhitungannya berdasarkan pada peredaran Matahari dengan Tahun Bulan (Tahun Qamariah) yang perhitungannya berdasarkan pada peredaran Bulan. Setiap seratus tahun, Tahun Matahari akan selisih tiga tahun dengan Tahun Bulan. Jadi, untuk tiga ratus tahun Tahun Matahari sama dengan tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun lagi atau 309 tahun untuk Tahun Bulan. 

Tahun Matahari (Syamsiah): 300 tahun
Tahun Bulan (Qamariah): 309 tahun

Biasanya kita lebih akrab dengan Tahun Matahari kan. Kurang mengenal apa itu Tahun Bulan. Hehehehehe. 
Sangat sesuai dengan sains modern. Subhanallah.


Kisah tentang Ashabul Kahfi bukanlah lelucon, dongeng, atau hanya sebuah rekayasa fiktif. Gua Ashabul Kahfi ini terletak di Yordania di perkampungan Al-Rajib atau dalam al Qur’an disebut Al-Raqim, jaraknya 1,5 km dari kota Abu A’landa dekat kota Amman, Yordania. (Nurrosyidah Yusuf/Sumber foto: Google)