Saat penobatan sebagai Sampela Mbojo (Sampela Mone dan Sampela Siwe)
Saat penyematan selempang Sampela Siwe oleh Sampela Siwe tahun 2015
Berfoto bersama 20 finalis Sampela Mbojo usai penobatan
Saat penjurian menjawab pertanyaan
Saat penjurian menjawab pertanyaan
Saat parade Sampela Mbojo di Museum Kesultanan Bima (Asi Mbojo)
Usai penobatan sebagai Sampela Siwe
Kota Bima (MU)_Ajang Pemilihan Sampela
Mbojo (APSM) Tahun 2017 telah usai. Malam puncak grand final pemilihan Sampela
Mbojo Tahun 2017 digelar pada tanggal 15/07/2017 lalu pukul 19.00 wita di Museum
Kesultanan Bima (Asi Mbojo). Pada malam puncak pemilihan Sampela Mbojo tersebut
memilih Sampela Siwe dan Sampela Mone. Riana Herlina ditetapkan sebagai Sampela
Siwe dan Rahmad Raindra ditetapkan sebagai Sampela Mone.
Riana
Herlina merupakan guru Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota
Bima, berhasil mengalahkan 20 finalis Sampela Mbojo Tahun 2017. Gadis manis
kelahiran Sape pada tanggal 24 Juli 1993 ini butuh proses panjang hingga
dinobatkan sebagai Juara 1 Sampela Siwe Tahun 2017.
Riana,
begitu sapaan akrabnya, anak terakhir dari 9 bersaudara pasangan H. Moh Roem
Sidik (Alm) dan Hj. Siti Halimah. Riana mengaku motivasi dirinya mengikuti
Ajang Pemilihan Sampela Mbojo adalah untuk menggali potensi jiwa kepemudaannya
serta ingin mempromosikan budaya Mbojo karena Riana menyukai dunia seni. Apalagi
Riana memiliki hobi menyanyi khususnya lagu daerah Mbojo sehingga sering
diundang untuk menyanyi di acara-acara gathering, workshop maupun seminar di
beberapa instansi di Kota Bima. Riana juga menggeluti dunia Fashion Show di Bima.
Terbukti prestasi Riana patut dibanggakan. Baru-baru ini di tahun 2017, Riana
berhasil berada di posisi Juara 3 Fashion Show dalam rangka Anniversary Falcao Family and Karaoke
Cafe se-pulau Sumbawa. Di tahun 2016 lalu pun Riana berada di posisi Juara 2
Fashion Show dalam rangka Anniversary
Falcao Family and Karaoke Cafe yang diikuti oleh peserta dari Kabupaten Bima, Kota
Bima dan Kabupaten Dompu.
“Alhamdulillah,
saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Lembaga Sampela Mbojo (Lasembo),
bisa bertemu dengan orang-orang yang luar biasa dengan berbagai karakter, bisa
memperoleh banyak pengetahuan tentang adat istiadat dan budaya Mbojo,
mendapatkan ilmu bagaimana ber-attitude yang baik. Seru banget karena bertemu
dengan keluarga baru. Terima kasih kepada Allah SWT, kedua orang tua yang telah
mendo’akan dan hadir saat malam grand final serta panitia dan teman-teman
sampela Mbojo juga teman-teman yang mendukung dengan do’a dan SMS”,
ungkapnya.
Lebih lanjut Riana menjelaskan, sebagai
Juara 1 Sampela Mbojo, rencana program ke depan antara lain, memperkenalkan
budaya Mbojo ke SD-SD di kota Bima, mengadakan workshop dan seminar terkait
budaya dan pariwisata Bima, bakti sosial yang bertujuan untuk menarik minat
pemuda Bima untuk mempelajari dan mencintai kebudayaan Bima.
Sebelum dinobatkan sebagai Juara 1
Sampela Siwe Tahun 2017, Riana sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan di
seputaran Kota Bima dan kerap berprestasi. Saat menjadi mahasiswa di Sekolah
Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) “Taman Siswa” Bima pun sudah aktif
mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan. Prestasi yang pernah digeluti
sebagai berikut: masuk 10 besar Duta Pariwisata Bima Tahun 2013, Delegasi
kabupaten Bima saat Pertukaran Pemuda Antar Negara saat seleksi Tingkat Provinsi
NTB, Sekretaris HIMABI (Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris) STKIP “Taman Siswa”
Bima, menggeluti dunia Master of Ceremony
(MC) di berbagai event seputaran Bima
Tak hanya aktif saat menjadi
mahasiswa, alumni MAN 2 Kota Bima Tahun 2011 ini sudah mulai mengikuti berbagai
perlombaan dan berhasil menjadi yang terbaik, diantaranya sebagai Speech bahasa Inggris terbaik di MAN 2
Kota Bima, juara Debat bahasa Inggris se-kota Bima, Speaker bahasa Inggris Kota Bima, dan masih banyak lagi prestasi
lainnya.
Riana
menceritakan saat dirinya mengikuti seluruh proses pemilihan Sampela Mbojo
2017. Seleksi tahap pertama adalah seleksi administrasi, seperti: piagam
penghargaan dan kelengkapan formulir
data diri. Pada tahap pertama ada 65 orang peserta yang berhasil lolos dan
berhak mengikuti seleksi berikutnya. Peserta yang lolos seleksi tahap pertama
diharuskan mengikuti technical meeting pada
Minggu, 11/06/2017 di Museum Kesultanan Bima (Asi Mbojo).
Di hari pertama pada Sabtu, 01/07/2017,
peserta Sampela Mbojo melalui seleksi tahap kedua dimana 65 orang peserta
Sampela Mbojo mengikuti tes tertulis terkait kebudayaan dan pariwisata
Kabupaten Bima dan Kota Bima. Disamping itu ada sesi wawancara yang dibagi lagi
ke dalam 4 sesi, yakni sesi tes bakat, seperti menyanyi, menari, dan sebagainya.
Riana menampilkan kebolehannya dalam hal menyanyi, menari Tari Lenggo, serta mengaji.
Kemudian ada sesi wawancara mengenai pengetahuan peserta Sampela Mbojo terkait
adat dan budaya Mbojo. Selanjutnya sesi wawancara yang berhubungan dengan
psikologi. Sesi terakhir adalah wawancara yang berhubungan dengan pengetahuan
umum seperti info faktual yang terjadi saat ini untuk menguji sejauh mana
wawasan setiap peserta yang mengikuti Ajang Pemilihan Sampela Mbojo.
Masa karantina para peserta Ajang
Pemilihan Sampela Mbojo Tahun 2017 selama 5 hari mulai 12/07 s.d 16/07/2017 di
Hotel La Ila Kota Bima. Sebelum dikarantina, para peserta mengikuti pembukaan
masa karantina di Museum Kesultanan Bima (Asi Mbojo). Saat masa karantina, para
peserta mendapatkan materi berupa Entrepreneurship,
Sejarah dan Budaya Bima, Kepariwisataan Bima, dan materi terkait Garuda
Indonesia. Tak hanya mendapatkan teori, para peserta juga melakukan kunjungan
budaya ke Uma Lengge yang terletak di Desa Maria kecamatan Wawo kabupaten Bima, dan melakukan kunjungan dan pengenalan
finalis di Pembukaan Pameran Pembangunan kabupaten Bima di Paruga Na’e
kecamatan Bolo kabupaten Bima.
Di malam grand final, 20 finalis Sampela
Mbojo yang terdiri dari 10 orang Sampela Siwe dan 10 orang Sampela Mone
melakukan 3 kali parade, parade seluruh
finalis yang berjumlah 20 orang, parade penjurian ada 5 pasang Sampela Mbojo
yang dipanggil satu per satu untuk mengambil lot pertanyaan, dan parade pengumuman sang juara.
Yang menjadi juri di malam puncak
tersebut ada 4 orang, yakni Finalis Putri Indonesia asal Dompu, Husain Laodet,
Budayawan Bima yang juga Ketua Dewan Kesenian Kota Bima, Alumni Sampela Mbojo
angkatan pertama serta Dosen Universitas Mataram. Riana mendapat pertanyaan
dari sesama finalis tentang dunia bisnis. Pertanyaannya adalah selain modal apa
yang dibutuhkan di dunia bisnis. Riana
menjawab bahwa selain membutuhkan modal, yang paling penting adalah keberanian.
Riana menjelaskan ada 24 pertanyaan untuk dipilih. Pertanyaan-pertanyaan
tersebut merupakan gabungan dari pertanyaan yang dibuat oleh 4 orang juri dan pertanyaan
yang dibuat oleh 20 orang finalis Sampela Mbojo 2017.
Ajang Pemilihan Sampela Mbojo
merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sampela Mbojo
(Lasembo). Tujuan diselenggarakannya Ajang Pemilihan Sampela Mbojo adalah untuk
menciptakan generasi yang diharapkan ke depannya supaya lebih mengembangkan
potensi pariwisata sekaligus mempromosikan kebudayaan Mbojo. Sampela Mbojo
berasal dari bahasa Bima atau bahasa Mbojo. Sampela Mbojo terdiri dari dua
kata, yakni Sampela memiliki arti remaja, pemuda, generasi muda. Sedangkan
Mbojo adalah nama daerah yang dihuni Suku Mbojo dan lebih dikenal dengan Bima. Sampela
Siwe memiliki arti remaja putri. Sementara Sampela Mone memiliki arti remaja
laki-laki. (Nurrosyidah Yusuf)






