Jumat, 29 September 2017

KANWIL KEMENAG PROV. NTB GELAR KEGIATAN PENYUSUNAN RKA-KL TAHUN ANGGARAN 2018 SATKER SE-PULAU SUMBAWA


Ketua panitia penyelenggara saat menyampaikan laporan kegiatan

Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB saat membuka secara resmi kegiatan ditandai dengan pemukulan gong

Para peserta kegiatan

Mataram (MU)_Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB menggelar kegiatan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran - Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) Tahun Anggaran 2018 bagi seluruh Satuan Kerja (satker) se-Pulau Sumbawa. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bagian Perencanaan Kanwil Kemenag Prov. NTB diadakan selama 5 hari yakni 28/09 – 02/10/2017 di Hotel Jayakarta Senggigi Mataram.
            Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB, H. Nasaruddin, S.Sos, M.Pdi membuka secara resmi kegiatan yang ditandai dengan pemukulan gong di lokasi kegiatan. Tampak hadir pula Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Prov. NTB, Drs. H. Sirojudin, MM, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. NTB, Jalalussayuthy, SS, M.Pd, serta Kepala Kantor Kemenag kab. Bima, Drs. H. Syahrir, M.Si.    
             Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. yang diikuti oleh seluruh peserta dan undangan. Peserta kegiatan merupakan pimpinan satker yaitu para KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) Kantor Kemenag kab/kota, Fungsional Perencana atau Operator, dan Kepala Madrasah Tingkat MI, MTs, dan MA se-Pulau Sumbawa. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 85 orang, terdiri dari KPA Kantor Kemenag kab/kota ada 15 orang, Kepala Madrasah Tingkat MA ada 20 orang, Kepala Madrasah Tingkat MTs ada 22 orang, dan Kepala Madrasah Tingkat MI ada 28 orang.   
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB menyatakan bahwa  kegiatan ini begitu penting dan strategis untuk pengembangan Kemenag di seluruh prov. NTB, makanya harus dilakukan. Kegiatan penyusunan, penelaahan, dan pembahasan RKA-KL merupakan penentu arah kemana Kemenag akan dibawa kedepannya, sekaligus evaluasi kinerja tahun 2017.
“Kita hendaknya melakukan perencanaan harus betul-betul menyentuh hajat organisasi dan orang banyak. Saya berharap apa yang disampaikan para narasumber baik dari pusat maupun dari kanwil supaya diperhatikan dan dipedomani untuk penyusunan RKA-KL sehingga sesuai dengan tujuan dan manfaatnya. Apalagi saat penyusunan  anggaran harus berhati-hati sehingga tidak akan menimbulkan akibat hukum. Jangan pernah menggunakan anggaran yang tidak sesuai akunnya. Di kemudian hari hal tersebut akan merepotkan baik dari sisi pelaporan maupun dari sisi pertanggung jawabannya. Makanya harus ada koordinasi dengan KPPN, perencana anggaran serta semua pihak yang terlibat dengan pencairan dan penggunaan dana tersebut”, ungkap Kepala Kantor yang dilantik pada 29 Mei 2017 lalu ini.             
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Hj. Eka Muftatiah, MH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan pada penyusunan rencana kerja anggaran RKA-KL yang merupakan hal yang strategis bagi setiap kementerian dan lembaga. Dengan penyusunan RKA-KL yang efektif, efisien dan akuntabel akan dapat diwujudkan tujuan berupa output dan outcome kegiatan yang diinginkan, baik  secara efektif dalam pelaksanaannya, efisien dalam anggaran, dan akuntabel dalam pertanggung jawaban atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kanwil Kemenag Prov. NTB selaku pembina dan koordinator penyusunan rencana kerja anggaran berupaya untuk mewujudkan tujuan tersebut. Hasil penyusunan rencana kerja dan anggaran tingkat provinsi ini akan menjadi pedoman dalam merumuskan rencana kerja anggaran Kemenag Prov. NTB secara keseluruhan di tingkat nasional. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2013 tentang Pelaksanaan APBN.
Narasumber kegiatan penyusunan, penelaahan, dan pembahasan RKA-KL adalah Biro Perencanaan Kemenag RI (Pusat), unsur Kanwil Kemenag Prov. NTB, serta tim di bidang perencanaan anggaran Kanwil Kemenag Prov. NTB. Materi yang menjadi pembahasan adalah mengenai evaluasi kebijakan prioritas Kemenag, prioritas pembiayaan pada anggaran operasional perkantoran sehingga mewujudkan perencanaan anggaran yang efektif, efisien, dan akuntabel serta bagian akun standar.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah agar sarana dlm merumuskan rencana kerja anggaran masing-masing satker, sebagai sarana dalam menentukan rumusan kebijakan prioritas penganggaran, dan sarana dalam merumuskan standarisasi pembiayaan kegiatan. Disamping itu, tujuannya agar seluruh satker dapat merumuskan rencana kerja anggaran RKA beserta daya dukungnya, rencana kerja anggaran yang dirumuskan telah sesuai dengan kaidah-kaidah dan regulasi penyusunan rencana kerja anggaran, yang dirumuskan telah sesuai dengan prioritas Kemenag Prov. NTB.  (Nurrosyidah Yusuf).



Kamis, 28 September 2017

DHARMAWANITA PERSATUAN KEMENAG PROV. NTB DAN OASE KABINET KERJA GELAR PEMERIKSAAN PENYAKIT SERVIKS DAN KANKER PAYUDARA


Ketua dan anggota Dharmawanita Persatuan Kanwil Kemenag Prov. NTB

Suasana kegiatan pemeriksaan dini kanker serviks dan kanker payudara 

Hj. Ahyani Nasaruddin, Ketua Dharmawanita Persatuan Kanwil Kemenag Prov. NTB

Ketua dan anggota Dharmawanita lakukan inspeksi

Ketua dan anggota Dharmawanita lakukan inspeksi

Petugas kesehatan sedang  mendata  

Anggota OASE Kabinet Kerja

Lombok Barat (MU)_Penyakit kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker leher rahim dan kanker payudara semakin marak terjadi. Rata-rata dialami kaum perempuan. Setiap perempuan beresiko terkena virus HPV (Human Papilloma Virus), virus penyebab kanker leher rahim. Begitu pun dengan kanker payudara. Tragisnya, kedua penyakit ini biasanya berujung pada kematian. Oleh sebab itu, Dharmawanita Persatuan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB bekerjasama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja melakukan kesepakatan bersama terkait pemeriksaan secara dini penyakit serviks dan kanker payudara.
            Hasil kesepakatan tersebut perdana diadakan di Kantor Kemenag kab. Lombok Barat. Kegiatan digelar pada Kamis, 28 September 2017, dihadiri oleh Ketua Dharmawanita Persatuan Kantor Wilayah Kemenag Prov. NTB, Hj. Ahyani Nasaruddin bersama rombongan. Pemeriksaan secara dini penyakit serviks dan kanker payudara ditujukan bagi karyawati dan anggota darmawanita lingkup Kemenag kab. Lombok Barat.
Hj. Ahyani Nasaruddin menjelaskan bahwa pihaknya menjalin satu kesepakatan dengan OASE Kabinet Kerja agar melakukan pemeriksaan secara berkala bagi karyawati dan ibu-ibu anggota darmawanita lingkup Kemenag Prov. NTB secara bertahap. Kedepannya kegiatan ini akan digelar di seluruh kantor Kemenag kabupaten dan kota lingkup Kemenag Prov. NTB.    
Salah seorang anggota OASE Kabinet Kerja yang hadir pada kegiatan tersebut melakukan pemeriksaan penyakit serviks dengan teknik IVA. IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5%. Asam asetat berfungsi menimbulkan dehidrasi sel yang membuat penggumpalan protein, sehingga sel kanker yang berkepadatan protein tinggi berubah warna. Dengan cara ini dapat mendeteksi kanker rahim sedini mungkin.
Anggota OASE memberikan keterangan, banyak sekali resiko yang dialami ibu-ibu yang sudah berkeluarga. IVA ini adalah pemeriksaan penyakit yang bisa kita cegah sedini mungkin. Termasuk pemeriksaan kanker rahim, begitu diperiksa langsung diketahui hasilnya. Adapun penyebab penyakit leher rahim adalah akibat masuknya virus HPV ke dalam rahim. Sementara penyebab utama kanker adalah gaya hidup, seperti: berganti-ganti pasangan, merokok, gaya hidup yang kurang bersih, dan sejenisnya.
Faktor resiko penyakit kanker leher rahim dan kanker payudara antara lain: nikah muda (sebelum usia 20 tahun), resiko tertinggi terjadi pada usia 30 – 50 tahun, berganti-ganti pasangan seksual, infeksi pada kelamin (IMS), banyak anak, merokok, kurang vitamin A, vitamin C, dan vitamin E, serta tidak pernah melakukan pemeriksaan leher rahim maupun pemeriksaan payudara sedini mungkin. (Nurrosyidah Yusuf).












Sabtu, 23 September 2017

INILAH 10 GOLONGAN JENAZAH MANUSIA YANG TAK AKAN BUSUK


Hasil gambar untuk kematian
Liang lahat (Google)

Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Kematian adalah ketika jasad terpisah dengan ruh. Ketika ruh meninggalkan tubuh, jasad manusia sudah tidak bisa berbuat apa-apa, tinggal menunggu waktunya untuk dimasukkan ke dalam liang lahat. Ketika jenazah sudah berada di dalam kubur, tentu jasad manusia yang sudah meninggal akan membusuk. Namun, ada beberapa orangg yang jasadnya tidak mengalami pembusukkan. Siapa sajakah mereka?
            Berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Shahih Muslim, ada 10 golongan jenazah manusia yang tak akan busuk. 10 golongan jenazah tersebut, yaitu:
1.    Jenazah para Nabi dan utusan Allah SWT.
2.    Jenazah Ahli Jihad fi Sabilillah.
3.    Jenazah Alim Ulama yang menegakkan kalimat Allah.
4.    Jenazah Syuhada yang senantiasa memperjuangkan Islam.
5.    Jenazah Penghafal al-Qur’an dan beramal dengan al-Qur’an.
6.    Jenazah Pemimpin yang adil dalam menegakkan syari’at Allah SWT.
7.    Jenazah Tukang Adzan yang tidak meminta imbalan.
8.    Jenazah wanita yang meninggal ketika melahirkan anak serta senantiasa ta’at pada perintah Allah SWT.
9.    Jenazah orang yang mati dibunuh atau dianiaya karena mempertahankan kehormatan diri dan agama.
10. Jenazah orang yang mati di siang hari atau di malam Jum’at jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman yang senantiasa menjaga kewajiban yang telah Allah perintahkan ketika hidup di dunia. (HR. Bukhari Muslim). 

(Referensi: "Kitab Shahih Bukhari dan Muslim", Penerbit: Bina Ilmu, 1978)

Semoga jasad kita digolongkan dari 10 golongan jenazah yang tak akan busuk hingga Hari Kebangkitan tiba. Aamiin allahumma aamiin.   (Nurrosyidah Yusuf).      

Sabtu, 16 September 2017

GURU DAN SISWA MAN 2 KOTA BIMA IKUT AKSI DONOR DARAH


Tampak dr. Sucipto sedang memeriksa tensi darah seorang guru

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Saat siswa diperiksa tensi darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Suasana aksi donor darah

Kota Bima (MU)_Sebagai bentuk kepedulian sosial, guru, pegawai, dan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima mengikuti aksi donor darah. Kegiatan ini dilaksanakan di aula madrasah setempat pada Sabtu, 16/09/2017. Di saat donor darah berlangsung, sebagian siswa maupun siswi mengaku takut dan khawatir dikarenakan baru pertama kalinya mengikuti aksi donor darah.     
Aksi donor darah digelar oleh Unit Transfusi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Petugas yang datang mengunjungi MAN 2 Kota Bima adalah dr. Sucipto, Ria, S.Si dan 4 orang staf dari Unit Transfusi RSUD Bima.  Keterangan dr. Sucipto, aksi donor darah seperti ini sudah menjadi kegiatan rutin. Pihaknya turun langsung ke sekolah-sekolah di Kota Bima setiap 6 bulan sekali. “Kami menyurati setiap sekolah tingkat SMA di Kota Bima. Akan tetapi hanya ada 5 sekolah yang menanggapi untuk mengadakan aksi donor darah, seperti: SMAN 1 Kota Bima, SMAN 2 Kota Bima, SMKN 1 Kota Bima, MAN 1 Kota Bima, dan MAN 2 Kota Bima”. Setiap 6 bulan sekali kami akan turun untuk aksi donor darah di 5  sekolah tersebut. Kadang jika persediaan darah semakin menipis kami akan turun per 3 bulan ”, ungkap dokter umum yang juga membuka praktek di rumahnya di Jalan Sultan Kaharuddin Kompleks Pasar Raya Kota Bima ini.
Tahap-tahap saat mendonor darah yakni sebelum diambil darahnya, si pendonor akan diperiksa terlebih dahulu golongan darahnya. Selanjutnya, petugas akan memeriksa tekanan darah dari pendonor, apakah bisa mendonorkan darahnya atau tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya karena untuk mendonorkan darah harus memenuhi beberapa persyaratan. 
Setelah pendonor sudah selesai diambil darahnya, yang bersangkutan mendapatkan paket berisi makanan, seperti: lontong, susu kotak, telur, dan air mineral gelas. Hal ini untuk mengganti serta memulihkan kembali tenaga setelah diambil darahnya.      
Tujuan mendonorkan darah sangat mulia, disamping dapat membantu mereka yang sangat membutuhkan transfusi darah, juga baik bagi kesehatan. Namun sebelum mendonorkan darah, ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi.
Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi yang akan donor darah, yaitu:
1.    Usia minimal 17 tahun. Di usia ini, perkembangan tubuh telah sempurna. Sehingga aksi mendonorkan darah tidak menganggu sistem kerja tubuh.
2.    Berat badan minimal 45 kg. Jika berat badan kurang dari itu dikhawatirkan akan menganggu keseimbangan sistem kerja tubuh.
3.    Temperatur tubuh normal, antara 36,6 – 37,5 derajat Celcius
4.    Tekanan darah normal, yaitu systole 110 – 160 mmHg, diastole 70 – 100 mmHg.
5.    Denyut nadi teratur, yaitu sekitar 50 – 100 kali/menit.
6.    Haemoglobin wanita minimal 12 gram%, pria minimal 13 gram%.
7.    Frekuensi donor darah maksimal 5 kali setahun, atau berjarak minimal 3 bulan. (Nurrosyidah Yusuf).









Selasa, 12 September 2017

HIMBAUAN KEPALA KANWIL KEMENAG PROV. NTB TERKAIT TRAGEDI KEMANUSIAAN ROHINGYA



Terkait tragedi kemanusiaan yang dialami etnis muslim Rohingya di negara bagian  Rakhine, Myanmar, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Nasaruddin, S.Sos, M.Pdi memberikan himbauan kepada seluruh elemen yang berada di lingkungan Kemenag Prov. NTB.
            Ada 3 (tiga) poin yang menjadi target sasaran himbauan Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB sebagai berikut:   
1.    Agar terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti: Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), majelis-majelis agama, pimpinan ormas keagamaan, dan Kapolres setempat guna memastikan terpeliharanya kerukunan umat beragama.
2.    Agar memerintahkan kepada seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mensosialisasikan dan berkoordinasi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar tidak terjadi aksi-aksi balasan yang berdampak pada kerenggangan kerukunan bagi umat beragama.
3.    Agar terus membantu perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan melaporkannya kepada Kantor Wilayah Kemenag Prov. NTB. 
Kepala Kanwil mengharapkan supaya hal ini dapat menjadi perhatian seluruh pegawai apalagi selaku PNS di lingkungan Kemenag. Tidak lupa Kepala Kanwil mengakhiri himbauan dengan mengucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh elemen yang berada di lingkungan Kemenag Prov. NTB.
Seperti diketahui, krisis kemanusian etnis Rohingya menjadi perhatian dunia setelah mencuat berita terkait kekerasan yang menimpa jutaan muslim Rohingya di Myanmar. Puluhan ribu orang Rohingya telah meninggalkan negara bagian Rakhine, Myanmar untuk menyelamatkan diri dari kekerasan yang terjadi.
Rohingya adalah sebuah kelompok etnis Indo-Arya yang berasal dari negara bagian Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan atau Rohang dalam bahasa Rohingya) di Myanmar. Rohingya bermigrasi ke Myanmar dari Bengal terutama berlangsung selama masa pemerintahan Inggris di Myanmar. Mereka dipindahkan ke sana untuk bekerja sebagai buruh tani. Migrasi masih berlanjut setelah kemerdekaan Myanmar dan selama periode Perang Kemerdekaan Bangladesh. (Nurrosyidah Yusuf).         

Minggu, 10 September 2017

DANRAMIL RASANAE BARAT JADI PEMBINA UPACARA BENDERA DI MAN 2 KOTA BIMA


Danramil Rasanae Barat, Kapten Inf. Nasiruddin 

Personel TNI menjadi pemimpin pasukan

Personel TNI menjadi pemimpin pasukan

Danramil Rasanae Barat saat menjadi pembina upacara

Personel TNI menjadi pemimpin pasukan

Personel TNI menjadi pemimpin upacara

Petugas pengibar bendera adalah Paskib Tingkat Kota Bima Tahun 2017

Pengibaran bendera Merah Putih

Pengibaran bendera Merah Putih

Pengibaran bendera Merah Putih

Pengibaran bendera Merah Putih

Dewan guru mengikuti upacara

Dewan guru mengikuti upacara

Kota Bima (MU)_Pelaksanaan upacara bendera hari Senin, 11/09/2017 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima tak seperti hari-hari biasanya. Pasalnya TNI turut mengikuti upacara bendera yang menjadi kegiatan wajib setiap Senin pagi. Komandan Rayon MIliter (Danramil) Rasanae Barat, Kapten Inf. Nasiruddin tidak datang sendiri, belasan anggota personel TNI Komando Rayon Militer (Koramil) Rasanae Barat (Komando Distrik Militer) Kodim 1608/Bima menjadi pemimpin upacara dan pemimpin pasukan.    
            Danramil Rasanae Barat, Kapten Inf. Nasiruddin didaulat menjadi pembina upacara. Danramil mengajak seluruh warga MAN 2 Kota Bima agar dapat mendisiplinkan diri terutama disiplin waktu. Segala aktivitas akan sukses terlaksana jika kita dapat mendisiplinkan diri. Sebagai warganegara yang baik kita harus memegang teguh 4 pilar kebangsaan, yaitu: UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
            Ribuan siswa MAN 2 Kota Bima mengikuti upacara dengan khidmat. Siswa yang menjadi petugas upacara menjalankan tugasnya dengan baik, seperti: pembaca UUD 45, ajudan, pembaca do’a dan petugas pengibar bendera. Petugas pengibar bendera dipilih siswa yang menjadi petugas Pasukan Pengibar Bendera (Paskib) Tingkat Kota Bima Tahun 2017.  (Nurrosyidah Yusuf).           

TEMU KANGEN KAKANKEMENAG KOTA BIMA YANG BARU DENGAN YANG LAMA


Kegiatan Temu Kangen Keluarga besar Kemenag 

Kakankemenag Kota Bima saat menyampaikan kata sambutan

Drs. H. A. Munir, Kakankemenag Kota Bima 

Kakankemenag Kab. Bima saat menyampaikan kata perpisahan

Drs. H. Syahrir, M.Si, Kakankemenag Kab. Bima

Dra. Hj. Siti Suhadah, Ketua Darmawanita Kemenag Kota Bima

Dra. Hj. Siti Hadiah,  Ketua Darmawanita Kemenag Kab. Bima

Kegiatan Temu Kangen keluarga besar Kemenag

Tampak hadir Kepala Madrasah lingkup Kemenag Kota Bima

Suasana kegiatan keluarga besar Kemenag Kota Bima

Suasana kegiatan keluarga besar Kemenag Kota Bima

Suasana kegiatan keluarga besar Kemenag Kota Bima

Suasana kegiatan keluarga besar Kemenag Kota Bima

Suasana kegiatan keluarga besar Kemenag Kota Bima

Suasana kegiatan keluarga besar Kemenag Kota Bima

Suasana kegiatan keluarga besar Kemenag Kota Bima

Suasana kegiatan keluarga besar Kemenag Kota Bima

Suasana kegiatan keluarga besar Kemenag Kota Bima

Saat do'a bersama

Saat do'a bersama

Saat do'a bersama

Lokasi kegiatan

Kota Bima (MU)_Pada Sabtu, 09/09/2017, bertempat di Taman Kalaki Bima, dihelat Temu Kangen keluarga besar Kementerian Agama di wilayah Bima yakni antara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Bima yang baru dilantik dengan Kakankemenag Kota Bima yang lama, Drs. H.A. Munir dengan Drs. H.Syahrir, M.Si.
Kegiatan yang bertujuan sebagai ajang silaturrahim seluruh jajaran Kantor Kemenag ini diawali dengan kata sambutan dari Kakankemenag Kota Bima yang baru dilantik, Drs. H. A. Munir diikuti dengan kata perpisahan Kakankemenag Kota Bima yang lama, Drs. H.Syahrir, M.Si.
Dalam sambutannya, Aji Munir menyampaikan ucapan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan ini. Kegiatan semacam ini dapat mempererat tali silaturrahim keluarga besar Kemenag. Aji Munir menghimbau supaya seluruh pegawai Kemenag dapat melaksanakan secara ikhlas apa yang menjadi tugasnya, karena tugas utama pegawai adalah di kantor. Sedangkan tugas sampingannya ada di masyarakat.
Dalam kesempatan itu juga Aji Munir mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan menjatuhkan atasan karena apa yang dikatakan atasan, anak buah harus loyal. Aji Munir menutup sambutannya dengan menyatakan permohonan maaf atas nama Kantor Kemenag Kota Bima jika ada kesalahan yang pernah dilakukan selama Aji Syahrir bertugas di Kemenag Kota Bima.    
Aji Syahrir pun menyampaikan kata perpisahan karena telah dimutasi ke tempat yang baru yakni sebagai Kakankemenag Kab. Bima. Aji Syahrir mengaku terharu dan sangat bangga karena masih diingat oleh seluruh pegawai Kemenag Kota Bima. Seperti diketahui, Aji Syahrir bertugas di Kemenag Kota Bima sejak tahun 2009 dan berakhir pada bulan Agustus tahun 2017 lalu saat pelantikan dan sumpah jabatan pada Selasa, 29/08/2017 di Kantor Wilayah Kemenag Prov. NTB.
Aji Syahrir mengungkapkan rasa kebersamaan saat bertugas di Kemenag Kota Bima akan selalu diingat dan hal tersebut akan tetap di hati karena sudah seperti saudara, makanya semuanya menjadi satu. Jika ada perjumpaan pasti juga ada perpisahan. Aji Syahrir pun berharap supaya jangan diingat kesalahan yang mungkin pernah dilakukan. Tapi yang paling penting adalah harus tetap menjaga kekompakan.
Ketua Darmawanita Kantor Kemenag Kota Bima,  Dra. Hj. Siti Suhadah dan Ketua Darmawanita Kantor Kemenag Kab. Bima, Dra. Hj. Siti Hadiah pun menyampaikan kata sambutan dan kata perpisahan.
Kegiatan yang berlangsung santai ini diprakarsai oleh Kantor Kemenag Kota Bima. Tak hanya diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Kemenag Kota Bima, terlihat ada beberapa Kepala  Madrasah lingkup Kemenag Kota Bima pun turut hadir. Sebagian guru madrasah pun tampak hadir. Kegiatan diakhiri dengan makan bersama sebagai bentuk kekompakan keluarga besar Kemenag.  (Nurrosyidah Yusuf).