Jumat, 23 Maret 2018

KEPALA KANWIL KEMENAG PROV. NTB LAKUKAN PEMBINAAN BAGI PEJABAT SE PULAU SUMBAWA




Kota Bima (MU)_H. Nasruddin, S.Sos, M.Pdi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB melakukan kunjungan kerja sekaligus pembinaan bagi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab/Kota dan Kepala Madrasah Kab/Kota se Pulau Sumbawa. Kepala Kanwil ditemani Drs. H. Sirojuddin, MM, Kabag TU Kanwil Kemenag Prov. NTB dan H. Jalalussayuthi, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Prov. NTB.  

Saat Kepala Kanwil menyampaikan arahan

Kegiatan pembinaaan dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Bima pada Kamis, 22/03/2018 pukul 13.00 wita s.d selesai. Mengawali kegiatan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bima, Drs. H. Syahrir, M.Si menyampaikan kata sambutan. Kemenag telah melakukan langkah-langkah konstruktif dalam memberikan pelayanan, baik di bidang pendidikan, pelayanan nikah, maupun pelayanan haji. Makanya, karakter kita dalam bekerja harus mengedepankan hati.

H. Nasruddin, Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB

Dalam kunjungan kerja tersebut, rombongan Kepala Kanwil sebelumnya melakukan peresmian penegerian status salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Sila Kabupaten Bima yakni MTs Satu Atap Sila berubah status menjadi MTsN 4 Kabupaten Bima. Kepala Kantor Kemenag kabupaten Bima menyerahkan secara langsung SK Menteri Agama terkait perubahan status penegerian tersebut. Sehingga jumlah MTs berstatus negeri di Kabupaten Bima bertambah menjadi 4 buah MTsN.           
Kepala Kanwil dalam arahannya menyatakan, dengan adanya penambahan MTs negeri, semakin bertambahnya akses masyarakat untuk menitipkan anak-anaknya menuntut ilmu di madrasah negeri di kabupaten Bima. Tentunya madrasah dapat turut menyumbangkan generasi berkualitas di negeri ini. Saat ini kita pacu terus kualitas madrasah di Prov.NTB. Apalagi Menteri Agama telah meresmikan MAN Insan Cendekia di Prov. NTB. Madrasah dapat memaksimalkan potensi dengan mengembangkan potensi madrasah masing-masing. Madrasah telah memiliki daya saing. Keberadaan madrasah di Prov.NTB merupakan tanggung jawab kita bersama dengan menerapkan insan cendekia.

Drs. H. Syahrir, M.Si, Kepala Kantor Kemenag Kab. Bima

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil  menyampaikan terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kepala Kanwil mengharapkan seluruh kepala madrasah dapat menerapkan penggunaan anggaran dana BOS sesuai Juknis dana BOS. Apalagi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. NTB telah melakukan rapat koordinasi penggunaan dana BOS. Untuk guru ada 2 (dua) jenis tunjangan, yakni: tunjangan sertifikasi dan tunjangan kinerja. Guru boleh memilih salah satu dari tunjangan tersebut.

Kepala Madrasah se Pulau Sumbawa saat mendengarkan arahan Kepala Kanwil

Kanwil Kemenag Prov. NTB juga sejak Desember 2017 telah memulai proyek pembangunan KUA, madrasah, dan infrastruktur lainnya. Rencananya bulan Agustus 2018 dapat diselesaikan dengan baik. Penyuluh agama pun akan ditingkatkan, setiap desa akan memiliki satu penyuluh agama. Oleh karena itu, Kemenag cukup disegani oleh instansi lainnya. 

Berfoto bersama usai kegiatan


 (Nurrosyidah Yusuf).         


Selasa, 20 Maret 2018

WISUDA TAHFIDZ MTSN 1 KOTA BIMA SUKSES DIGELAR




Kota Bima (MU)_Senin, 19/03/2018, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bima sukses menggelar wisuda santriwan/santriwati Pondok Pesantren “Sabilur Rasyad”. Prosesi wisuda dilakukan di Aula MTsN 1 Kota Bima dengan mengusung tema “Dengan Nilai-nilai Al-Qur’an Kita Wujudkan Generasi Yang Sholeh dan Sholehah”. Sebanyak 33 orang santriwan/santriwati yang diwisuda merupakan tahfidz al-Qur’an juz 30, 29, 28, dan 1.

Saat prosesi penyematan selempang wisuda

Pada prosesi wisuda, turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kota Bima, Kepala MTsN 1 Kota Bima, Ketua Komite MTsN 1 Kota Bima, Pokjawas, seluruh pegawai dan dewan guru MTsN 1 Kota Bima serta seluruh wali santriwan/santriwati.  Keterangan ketua panitia wisuda, Salahuddin, S.Pdi, Pondok Pesantren “Sabilur Rasyad” MTsN 1 Kota Bima yang berdiri sejak tahun 2012 silam ini telah berhasil mewisuda ratusan santriwan/santriwati. Santriwan/santriwati yang diwisuda ini merupakan angkatan ke- V. Pondok Pesantren “Sabilur Rasyad” adalah kelas khusus di MTsN 1 Kota Bima dengan menerapkan metode pembelajaran a la pesantren. Siswa disediakan asrama yang berlokasi di dalam areal MTsN 1 Kota Bima.     

Berfoto bersama dengan Kepala MTsN 1 Kota Bima, Drs. M. Adnan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, Drs. H.A. Munir dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini patut dibanggakan. Apalah arti fisik yang bagus, titel berderet panjang, jabatan tinggi, harta berlimpah,  jika tak mampu membaca al-Qur’an. “Kami bangga dan terharu. Terima kasih karena telah memenuhi hati kami dengan perasaan bahagia. Bahagia karena menyaksikan anak-anak mampu membaca al-Qur’an. Bahkan telah mampu menghafal al-Qur’an”, ungkap Kepala Kantor yang biasa disapa Aji Munir ini.
Mengakhiri kata sambutannya, Aji Munir menghimbau agar orang tua dapat menjadi tauladan dan contoh bagi generasi muda. Fenomena rusaknya akhlak generasi di masa kini adalah potret ketidak mampuan orang tua membina dan membimbing anak-anak. Jangan sampai orang tua diseret ke neraka karena tidak becus memperhatikan anak-anaknya.  (Nurrosyidah Yusuf).     

Minggu, 18 Maret 2018

LUAR BIASA, CALON JAMA’AH HAJI BERLOMBA SUMBANG KONSUMSI DI KEGIATAN MANASIK IPHI KOTA BIMA



Kota Bima (MU)_Ahad, 18/03/2018, kegiatan pembinaan manasik haji gratis yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bima telah berjalan selama 7 pekan. Sejak dimulai pada Ahad, 04/02/2018 silam, pembinaan manasik haji gratis tersebut rutin dilakukan setiap Ahad pukul 08.00 s.d 11.00 wita di Masjid Terapung Ama Hami Kota Bima NTB.

Calon jama'ah haji yang sedang membagikan konsumsi

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manasik haji bagi calon jama’ah Kota Bima tahun 1439 H/2018 M. Tak hanya calon jama’ah haji dari Kota Bima yang mengikuti kegiatan, calon jama’ah haji dari Kabupaten Bima, bahkan dari NTT pun terlihat sangat antusias di antara jama’ah lainnya mendengarkan materi dari para pembimbing manasik haji yang merupakan para pengurus IPHI Kota Bima.
Di samping mendapatkan materi berupa penjelasan terkait manasik haji, calon jama’ah juga melakukan praktik manasik haji. Praktik manasik dibimbing langsung oleh para pembimbing haji dari IPHI Kota Bima, diantaranya HM. Adnin, SQ, M.Pd, HM. Saleh Ismail, Drs. H. Furqan Ar Roka, H. Ahmad, S.Ag, H. Mukhtar, S.Sos, H. Arifin, S.Ag. H. Abdul Latif, S.Pdi, dan H. Amrin Anshari, SH.

Pembimbing manasik haji sedang menikmati konsumsi dari calon jama'ah haji

Setelah melakukan praktik manasik haji di Taman Ama Hami yang lumayan menguras tenaga karena dilakukan di bawah terik matahari, ada pemandangan yang terlihat biasa, tapi cukup membuat terharu. Calon jama’ah haji terlihat berlomba menyumbangkan konsumsi, seperti: air mineral, kue basah, kue kering, es campur, permen, dan sebagainya. Makanan dan minuman tersebut dibagikan langsung ke seluruh calon jama’ah yang lain.       
Menanggapi aksi para calon jama’ah haji Kota Bima ini, Drs. H.Furqan Ar Roka, Sekretaris IPHI Kota Bima menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan manasik haji diselenggarakan secara gratis. Dikarenakan tidak adanya anggaran, makanya tidak disediakan konsumsi. Aksi para calon jama’ah haji yang menyumbangkan makanan dan minuman tersebut sebagai bentuk solidaritas, saling membantu, tolong-menolong, adanya kepedulian, dan bentuk kerjasama. Dampaknya sangat positif, akan terbentuk keakraban karena adanya saling mengenal antar jama’ah. Apalagi jika terjadi dalam satu regu atau rombongan. Aksi yang seperti ini termasuk tahapan-tahapan untuk mendapatkan haji mabrur.   (Nurrosyidah Yusuf).            

Kamis, 15 Maret 2018

SANGAT BERUNTUNG, MAN 2 KOTA BIMA SATU-SATUNYA MEWAKILI KOTA BIMA IKUT PROGRAM GENRE BKKBN SE NTB


Drs. M.Amin, Kepala MAN 2 Kota Bima dan Haerunnisah, S.Pd


Kota Bima (MU)_Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Pengelola Program Genre kab/kota se NTB. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, yakni: 18-20/03/2018 di Hotel Grand Legi, Jalan Sriwijaya Mataram. Masing-masing kab/kota mengutus 2 orang peserta yang terdiri dari 1 (satu) orang Kepala Seksi Ketahanan Remaja dan 1 (satu) orang Pengelola PIK.R (Pusat Informasi Konseling  Remaja).
              Sangat beruntung, salah seorang guru Bimbingan Konseling (BK) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima, Haerunnisah, S.Pd mengikuti kegiatan tersebut dan menjadi satu-satunya yang mewakili pengelola PIK.R se Kota Bima. Haerunnisah bersama Syarifuddin, M.PH, pegawai Kantor DPPKB Kota Bima diutus sebagai perwakilan Kota Bima.     
Kegiatan tersebut dilakukan mengingat usia remaja adalah masa pancaroba, masa pencarian jati diri, ditambah lagi dengan arus globalisasi dan informasi yang kian tak terkendali, mengakibatkan perilaku hidup remaja menjadi tak sehat yang selanjutnya berdampak pada 3 resiko Triad GenRe, seperti pernikahan dini, seks pra nikah, dan NAPZA. Kondisi ini apabila dibiarkan terus menerus, maka akan mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia 10-20 tahun yang akan datang.
            Yang menjadi narasumber pada kegiatan ini adalah Kepala Perwakilan BKKBN Prov.NTB, Kepala Bidang KS/PK, dan Kasubbid BKR. Adapun materi kegiatan antara lain: Kebijakan Pembangunan Kependudukan di Prov. NTB, Kebijakan Strategi dan Program Pembangunan Keluarga Melalui Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Mencegah Stunting Melalui Program GenRe, Pengalaman Pengelolaan PIK.R, Strategi dan Implementasi PUP di NTB, Kegiatan Inovatif Bagi Remaja, Kesehatan Reproduksi Remaja, dan Penyusunan RTL.
            Kepala MAN 2 Kota Bima, Drs. Muhammad Amin memberikan keterangan bahwa MAN 2 Kota Bima beruntung karena ditunjuk untuk mewakili Kota Bima mengikuti kegiatan ini. Mengapa MAN 2 Kota Bima ditunjuk karena mengingat berbagai prestasi yang berhasil ditorehkan MAN 2 Kota Bima selama ini. Menurut pihak BKKBN, MAN 2 Kota Bima sangat cocok mengikuti program ini. Apalagi pembinaan siswa di MAN 2 Kota Bima dipandang dapat mengembangkan aktivitas siswa agar lebih berkreasi dan berinovasi. Harapan sebagai pimpinan supaya program pembinaan BK di MAN 2 Kota Bima lebih ditingkatkan lagi agar dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya dalam upaya mencegah kenakalan remaja.
                  Haerunnisah, S.Pd menyatakan, sebagai salah satu guru BK di MAN 2 Kota Bima, tujuan mengikuti kegiatan ini dalam rangka untuk penguatan kapasitas sebagai guru BK sekaligus sebagai pembina PIK.R di MAN 2 Kota Bima. Untuk menanggulangi berbagai permasalahan remaja saat ini, dengan melakukan pendekatan secara emosional agar siswa dapat menjauhi narkoba, seks bebas dan pernikahan dini. Misalnya, dengan cara melakukan konseling individu maupun secara berkelompok. “Awalnya saya memberikan materi agar siswa dapat memahami bahaya narkoba, seks bebas, dan pernikahan dini, dengan cara memberikan nasehat dan bimbingan terkait hal tersebut. Jika usaha yang saya lakukan tak tercapai targetnya, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab orang tua siswa sendiri”, pungkasnya.  (Nurrosyidah Yusuf)





Selasa, 13 Maret 2018

MAN 2 KOTA BIMA KOLEKSI TIGA MEDALI OSN TINGKAT KOTA BIMA TAHUN 2018


Irnawati, S.Pd dan Nur Utami, S.Pd

Kota Bima (MU)_Pada ajang kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kota Bima, tahun 2018, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima berhasil mengoleksi tiga medali, yakni 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Rincian perolehan medali tersebut adalah:  
1.    Medali perak, untuk Fisika, atas nama Mawardah Al-Nimmah (Kelas X IPA 4)
2.    Medali perunggu, untuk Geografi, atas nama Farida (Kelas X IPA 6)
3.    Medali perunggu, untuk Astronomi, atas nama Wahyu Kurniawan (Kelas X IPA 2)
OSN adalah kegiatan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada 9 (sembilan) mata lomba yang dilombakan yakni: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, Ekonomi, Astronomi, Kebumian, dan TIK. Untuk seleksi tingkat kab/kota Bima dilaksanakan pada 28/02/2018 di SMAN 1 Kota Bima. Siswa MAN 2 Kota Bima yang mengikuti seleksi OSN tingkat Kota Bima sebanyak 27 orang siswa.

Irnawati, S.Pd bersama siswa binaannya

Keterangan Irnawati, S.Pd, pembina OSN Geografi, tahun ini yang berhak mengikuti seleksi tingkat provinsi NTB yang akan dilakukan pada 17-19/04/2018 di Kota Mataram diambil dari 3 (tiga) besar. Tahun sebelumnya hanya diambil 2 (dua) besar saja. Meski belum berhasil mendapatkan medali emas, akan tetapi kami patut bersyukur karena untuk berkompetisi dalam hal ini tidaklah mudah, bersaing dengan seluruh sekolah di Kota Bima. Mudah-mudahan di tingkat Provinsi nanti diberikan kemudahan.  

Nur Utami, S.Pd bersama siswa binaannya

Sementara ditemui di tempat terpisah, Nur Utami, S.Pd, pembina Fisika dan Astronomi menyatakan bahwa tidak menyangka siswa binaannya berhasil membawa pulang medali. Apalagi kedua mata lomba yang dibinanya berhasil mendapatkan medali.
Alhamdulillah, siswa yang saya bina memiliki kemauan sendiri untuk ikut pembinaan. Saya tidak memaksa mereka untuk ikut pembinaan. Mengingat berbagai prestasi yang telah ditorehkan MAN 2 Kota Bima. membuat siswa bersemangat untuk berkompetisi. Bahkan di hari libur pun mereka meminta belajar. Jadwal pembinaan ada 2x seminggu. Akan tetapi, di saat mendekati lomba, setiap hari diadakan pembinaan. Harapan saya, siswa jangan merasa puas dengan prestasi yang diraih saat ini. Tetap semangat mengikuti berbagai kompetisi yang lainnya. Saya tetap memberikan semangat dan berpesan agar tidak pantang menyerah, meski siswa belum berhasil untuk tahun ini, karena masih banyak lomba yang lain yang dapat mereka ikuti untuk tahun-tahun berikutnya. Persiapan untuk kompetisi di provinsi nanti, kami melakukan pembinaan secara rutin dengan membahas soal-soal OSN tahun-tahun sebelumnya, baik di sekolah maupun di rumah. Terakhir, saya menyampaikan terima kasih atas dukungan pimpinan dan seluruh dewan guru. Semoga MAN 2 Kota Bima tembus di OSN tingkat provinsi NTB tahun 2018 ini”, pungkasnya.  (Nurrosyidah Yusuf).   








Senin, 12 Maret 2018

SOSIALISASI TEKNIS PENYELESAIAN DOKUMEN DAN PERLENGKAPAN HAJI 1439 H/2018 M





Kota Mataram (MU)_Untuk pemantapan persiapan keberangkatan 4.514 orang calon jama’ah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) pada musim haji 1439 H/2018 M, Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB menggelar kegiatan Sosialisasi Teknis Penyelesaian Dokumen dan Perlengkapan Haji. Kegiatan berlangsung selama 2 hari yakni Senin dan Selasa, 12-13/03/2018 di Hotel Fave Langko Kota Mataram.
            Ada 40 orang peserta yang mengikuti kegiatan, terdiri dari Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) kab/kota se-Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan se Pulau Lombok, Kepala BPJS se Pulau Lombok, Dukcapil Prov. NTB, dan Bank Penerima Setoran Haji (BPS). Turut hadir Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Prov. NTB, H. Nasruddin, S.Sos. MPdi, Kabag TU Kanwil Kemenag Prov. NTB, Drs. H. Sirojuddin, MM, dan Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Prov. NTB, HM. Ali Fikri, S.Ag, MM.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB, H. Nasruddin, S.Sos. MPdi. Dalam sambutannya, Kepala Kanwil menyatakan bahwa seorang calon jama’ah haji tidak hanya mampu dalam segi finansial, akan tetapi ada syarat khusus yang harus terpenuhi yakni harus istitho’ah yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter. Tanpa adanya surat keterangan ini, seorang calon jama’ah haji tidak akan dapat melunasi setoran hajinya.   
Pemateri pada kegiatan ini antara lain: Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Regular Kemenag RI, Dr. M. Nur Ilya Fitra, Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB, H. Nasruddin, S.Sos. MPdi, Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Prov. NTB, HM. Ali Fikri, S.Ag, MM, dan Kepala BPJS Kota Mataram, Muhammad Ali.
M. Nur Ilya Fitra menjelaskan bahwa Kemenag memiliki tanggung jawab dalam pembatalan nomor porsi. Adapun waktu pembatalan di Subdit Pendaftaran dan Pembatalan Kemenag  RI adalah 3 hari kerja. Sementara di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) adalah 5 hari kerja. Meningkatnya jumlah pengaktifan nomor porsi dikarenakan berbagai sebab, antara lain: adanya salah ketik porsi, pembatalan karena talangan, maupun dana BPIH telah disetorkan ke rekening Menag. Untuk masalah tidak lancarnya proses pencairan dana jama’ah haji disebabkan oleh rekening yang sudah ditutup.  
Sistem pelunasan haji regular dengan cara melakukan pelunasan cadangan yang masuk di tahap kedua. Calon jama’ah haji yang sudah masuk dalam calon jama’ah haji yang berhak lunas, namun wafat pada saat pelunasan, maka nomor porsi yang bersangkutan dapat dilimpahkan ke suami/isteri/anak/menantu, setelah ada keputusan dari pengadilan.. Kuota Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) diberikan kepada gubernur dengan ketentuan yang diatur Kemenag. Jumlah petugas TPHD ada 38 orang dengan rincian 15 orang pelayanan umum, 15 orang pembimbing ibadah haji, dan 8 orang pelayanan kesehatan.  (Sumber: Drs. H. Furqan Ar Roka, Kasi PHU Kemenag Kota Bima/ Nurrosyidah Yusuf)


H. NASRUDDIN: KUNJUNGAN BANK DUNIA MEMBANTU KEGIATAN PENDIDIKAN DI NTB



Mataram (MU)_Senin, 12/03/2018, Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. NTB beserta seluruh jajaran pimpinan Kanwil Prov. NTB menerima kunjungan rombongan dari Bank Dunia. Kepala Kantor menerima rombongan di ruang sidang utama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Prov. NTB. Rombongan Bank Dunia tersebut langsung datang dari Washington dan Sudan. Hadir pula perwakilan dari Bank Dunia Jakarta dan perwakilan dari Kemenag RI. Rencananya Tim akan mengunjungi beberapa pondok pesantren di wilayah Lombok Tengah.
            Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Prov. NTB, H. Nasruddin mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Bank Dunia karena memiliki tujuan yang mulia  untuk membantu dalam meningkatkan pendidikan di Prov. NTB. Hal ini merupakan suatu penghargaan yang luar biasa dan menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi Prov. NTB. Kami atas nama Prov. NTB dan Kemenang menyambut dengan baik tujuan mulia tersebut. Bank Dunia telah menunjuk Prov. NTB sebagai salah satu lokasi sasaran yang menerima bantuan dari negara-negara yang telah maju dalam hal pendidikan.
            Namun, Kepala Kantor menyampaikan uneg-uneg, mengapa hanya beberapa pondok pesantren (ponpes) saja yang dikunjungi, apalagi hanya berada pada satu wilayah. Padahal masih banyak ponpes yang memerlukan bantuan. Tidak hanya di wilayah Lombok Tengah saja, bahkan ada di wilayah lain di luar Pulau Lombok, seperti di Pulau Sumbawa misalnya. Kepala Kantor mengharapkan agar Bank Dunia lebih luas mengunjungi ponpes yang lain yang juga butuh pembangunan, butuh dukungan untuk kelengkapan sarana dan prasarananya.
            Pemerintah Indonesia kurang maksimal membantu dalam memajukan pendidikan di ponpes. Ponpes lebih banyak berasal dari hasil swadaya masyarakat. Masyarakat hanya memiliki semangat saja, tanpa memiliki finansial yang cukup memadai. Padahal ponpes salah satu penopang pendidikan berbasis keagamaan. tak jarang pendidikan berbasis ponpes lebih unggul. Makanya penting bagi kita mendirikan tempat pendidikan yang unggul. Harapannya mudah-mudahan program ini tak berhenti di sini, masih berlanjut dengan penyebaran lokasi yang lebih luas, tak hanya di Lombok tengah saja, lanjut Kepala Kanwil mengakhiri sambutannya..   (Nurrosyidah Yusuf) 

Sabtu, 10 Maret 2018

PEMANTAPAN PRAKTIK MANASIK HAJI CALON JAMA’AH HAJI KOTA BIMA KENAKAN PAKAIAN IHRAM


Calon jama'ah haji melakukan thawaf


Kota Bima (MU)_Sebanyak 259 orang calon jama’ah haji Kota Bima 1429 H/2018 M mengikuti pemantapan praktik manasik haji. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bima dilaksanakan di Masjid Terapung Ama Hami dan Taman Ama Hami Kota Bima NTB pada Ahad, 11/03/2018 pukul 07.30 – 11.00 wita.

Praktik manasik haji di Taman Ama Hami

            Seluruh calon jama’ah haji mengikuti pelaksanaan thawaf dan sa’i dengan mengenakan pakaian ihram. Setiap kelompok dibagi berdasarkan kecamatan. Satu kecamatan dibimbing oleh 1 orang pembimbing. Ada 6 orang pengurus IPHI Kota Bima yang membimbing para calon jama’ah haji yakni: HM. Saleh Ismail, Ketua MUI Kota Bima, H. Arifin, S.Ag, H. Mukhtar, S.Sos, H. Ahmad, S.Ag, H. Abdul Latif, dan H. Amrin Anshari, SH.   

H. Arifin, S.Ag saat membimbing praktik manasik haji

H. Mukhtar, S.Sos saat membimbing praktik manasik haji

Calon jama’ah haji kota Bima dibagi ke dalam 5 kecamatan, yakni: Kecamatan Raba, Kecamatan Asakota, Kecamatan Mpunda, Kecamatan Rasanae Timur, dan Kecamatan Rasanae Barat. Perincian jumlah calon jama’ah haji dari 5 kecamatan tersebut adalah: Kecamatan Raba ada 97 orang, Kecamatan Asakota ada 24 orang, Kecamatan Mpunda ada 55 orang, Kecamatan Rasanae Timur ada 35 orang, dan Kecamatan Rasanae Barat ada 48 orang.

H. Ahmad, S.Ag saat membimbing praktik manasik haji

H. Abdul Latif saat membimbing praktik manasik haji

Tak hanya calon jama’ah haji Kota Bima yang mengikuti praktik manasik haji yang diselenggarakan IPHI Kota Bima ini. Ada juga calon jama’ah haji dari Kabupaten Bima. Bahkan ada calon jama’ah haji dari NTT yang datang mengikuti pembinaan manasik haji yang diadakan secara gratis ini. Panitia memang tak membatasi, siapa saja dari wilayah mana pun diperbolehkan ikut.

H. Amrin Anshari, S.H saat membimbing praktik manasik haji

Pembinaan manasik haji Kota Bima lebih awal dari wilayah lainnya di Indonesia, Para pengurus IPHI Kota Bima bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bima memiliki inisiatif menyelenggarakan pembinaan manasik haji yang telah dilakukan sejak 04/02/2018 silam tanpa memungut biaya sepeser pun alias gratis. Kegiatan manasik haji dilakukan secara rutin setiap hari Ahad di Areal Masjid Terapung Ama Hami Kota Bima. (Nurrosyidah Yusuf)         

KEMENAG KOTA BIMA SERAHKAN BANTUAN BAGI KORBAN BANJIR DOMPU




Kota Bima (MU)_Sebagai bentuk aksi solidaritas dan kepedulian terhadap korban banjir di Kabupaten Dompu, Kantor Kementerian Agama Kota Bima menggalang dana untuk meringankan beban warga Kabupaten Dompu yang mengalami banjir pada Senin, 05/03/2018 lalu. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh rombongan Kantor Kemenag Kota Bima ke lokasi banjir, posko banjir di Kelurahan Bada kabupaten Dompu.
Tak hanya menyerahkan bantuan ke posko banjir di Kelurahan Bada, rombongan Kemenag Kota Bima juga menyerahkan bantuan yang diterima oleh Kasubbag Kemenag kabupaten Dompu, Alimuddin, S.Ag dan Kepala Seksi Pakis Kemenag kabupaten Dompu, Drs. H. Abdul Gani.


Bantuan Kemenag Kota Bima berasal dari sumbangan pegawai Kantor Kemenag Kota Bima dan seluruh warga madrasah se- Kota Bima. Dana yang berhasil terkumpul senilai kurang lebih 10 juta rupiah, berupa uang tunai sebesar 3 juta rupiah dan sisanya dalam bentuk barang. Bantuan berupa barang antara lain: 500 nasi bungkus, Mie instant, air mineral, telur, dan snack.
Rombongan Kemenag Kota Bima dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima, Drs. H.A. Munir. Rombongan Kemenag Kota Bima berangkat ke Dompu dengan menggunakan 10 mobil pribadi dan 1 mobil pick up. Rombongan terdiri dari Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, Kasubbag TU, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kepala MAN 1 Kota Bima, Kepala MAN 2 Kota Bima, Kepala MTsN 2 Kota Bima, Kepala MIN Kota Bima, Kepala Tata Usaha MAN 1 Kota Bima dan para pengurus OSIS MAN 1 Kota Bima.      

  
            Keterangan Kepala Seksi PHU Kantor Kemenag Kota Bima, Drs. H. Furqan Ar Roka menjelaskan, tujuan pemberian bantuan adalah sebagai rasa solidaritas warga Kemenag Kota Bima terhadap korban banjir di Dompu. Warga Kemenag Kota Bima berusaha membantu secepat mungkin warga Dompu yang tertimpa musibah. Warga korban banjir pasti sangat membutuhkan bahan makanan. Bagaimana sulitnya mencari makanan di saat banjir, sehingga secepatnya perlu ditolong agar jangan sampai para korban mengalami kelaparan.


Wilayah Bima pernah merasakan banjir bandang pada Desember 2016 lalu. Saat itu, warga Dompu sangat membantu para korban banjir bandang dengan menyalurkan berbagai macam bantuan ke wilayah Bima. Di saat ini lah warga Bima harus membuktikan aksi solidaritas seperti yang telah dilakukan warga Dompu. Harapannya agar warga korban banjir dapat keluar dari kesusahan. Walaupun bantuannya sedikit, semoga tetap bermanfaat, apalagi di saat warga sangat membutuhkan bantuan.         
Seperti diketahui, musibah banjir melanda 6 kelurahan/desa di Kecamatan Dompu dan sejumlah desa di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Banjir telah menerjang wilayah ini pada Senin, 05/03/2018. Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi di wilayah perbatasan Bima – Dompu. Wilayah yang terdampak adalah desa di sepanjang bantaran Sungai Rabalaju. Di antaranya Desa Matua, Desa Kareke, Lingkungan Parapimpi, Magenda, Kelurahan Bada, Sori Wono, Kelurahan Potu, Lingkungan Kampo Rato, Kelurahan Karijawa, Lingkungan Dore, Kelurahan Simpasai, Lingkungan Kandai Timur, Kandai II Barat, Kelurahan Kandai II, Ratobaka, dan Desa Wawonduru.  (Nurrosyidah Yusuf).    


Jumat, 09 Maret 2018

SOSIALISASI PETUNJUK TEKNIS DANA BOS LINGKUP KEMENAG KOTA BIMA TAHUN 2018




Kota Bima (MU)_Kamis, 08/03/2018, Kantor Kementerian Agama Kota Bima melaksanakan sosialisasi petunjuk teknis penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MAN 2 Kota Bima. Kegiatan yang diadakan di Aula MAN 2 Kota Bima ini dihadiri Kepala MAN 2 Kota Bima, Wakil Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, Bendahara, pegawai TU, dan  seluruh dewan guru.     
            Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima yang diwakilkan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, HM. Syafi’i menjelaskan petunjuk teknis penggunaan dana BOS tahun anggaran 2018. Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Drs. Mahmud, SH.     
Petunjuk teknis penggunaan dana BOS telah diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 451 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah Tahun Anggaran 2018. Peraturan ini menjadi dasar regulasi dan acuan dalam pelaksanaan BOS pada madrasah di bawah naungan  Kemenag.
Dana BOS dapat dipergunakan untuk membiayai komponen kegiatan-kegiatan yang meliputi pengembangan perpustakaan, kegiatan PPDB, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler siswa, kegiatan ulangan dan ujian, pembelian bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, pemeliharaan gedung, pembayaran honor bulanan guru dan pegawai Non PNS, pengembangan profesi guru, membantu siswa miskin, pembiayaan pengelolaan BOS, pembelian perangkat komputer/laptop, dan biaya lainnya.         
Kegiatan sosialisasi ini rencananya dilaksanakan di 5 (lima) madrasah, yakni MAN 1 Kota Bima, MAN 2 Kota Bima, MTsN 1 Kota Bima, MTsN 2 Kota Bima, dan MIN Kota Bima. Lokasi pertama dilaksanakan di MTsN 2 Kota Bima pada Senin, 05/03/2018. Kemudian disusul oleh MTsN 1 Kota Bima, MAN 1 Kota Bima, MAN 2 Kota Bima, dan berakhir pada MIN Kota Bima.
Tahun 2018 ini, Kantor Kemenag Kota Bima mulai menerapkan beberapa perubahan, mengingat adanya temuan penyimpangan penggunaan anggaran dana BOS. Seperti kegiatan sosialisasi petunjuk teknis penggunaan dana BOS, rencananya akan dilaksanakan sebanyak 3 kali dalam setahun supaya bisa dilakukan evaluasi secara berkala.
Lokasi kegiatan yang biasanya dilakukan di Hotel Kalaki, mulai tahun 2018, kegiatan akan dilakukan di madrasah masing-masing sehingga para pejabat Kemenag akan turun langsung ke lapangan. Biasanya kegiatan hanya dihadiri oleh Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, dan bendahara, di tahun 2018, kegiatan sosialisasi petunjuk teknis penggunaan dana BOS akan dihadiri juga oleh dewan guru sehingga penggunaan dana BOS harus transparan, seluruh warga madrasah dapat memantau efektivitas penggunaan anggaran dana BOS apakah sudah sesuai dengan juknis dan aturan. (Nurrosyidah Yusuf)      

Kamis, 08 Maret 2018

ENAM SISWA MAN 2 KOTA BIMA LOLOS SELEKSI PROGRAM BEASISWA FLI



Drs. Muhammad Amin

Kota Bima (MU)_Sebanyak 6 (enam) orang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima berhasil lolos seleksi sebagai peserta pada program beasiswa “Mas Qurais”. Program beasiswa “Mas Qurais” diselenggarakan oleh lembaga Foreign Language Institute (FLI) Kota Bima yang diikuti oleh siswa tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se- Kota Bima.
            Program beasiswa “Mas Qurais” adalah program Pendidikan dan Pelatihan bahasa Inggris secara gratis selama 1 tahun pada lembaga Foreign Language Institute, Jalan Gajah Mada No.40/41 Penaraga Kota Bima NTB. Program beasiswa “Mas Qurais” sebagai hasil kerjasama antara lembaga FLI Kota Bima dengan Pemerintah Kota Bima.
Keterangan Drs. Muhammad Amin, Kepala MAN 2 Kota Bima menjelaskan, seleksi tahap pertama ada 15 orang siswa yang lolos seleksi di tingkat madrasah. Selanjutnya, 15 orang siswa ini mengikuti seleksi tahap kedua di kantor FLI Kota Bima. Pada seleksi tahap kedua ini, ada 6 orang yang berhasil mengalahkan peserta lainnya.
Nama-nama siswa yang lolos seleksi sebagai berikut:     
1.    M. Furqan
2.    Naira Ramadhani
3.    Fahru Setyawan Iskandar
4.    M. Nur Ramadhan
5.    Iis Fauziah
6.    Muliani
FLI adalah lembaga Pendidikan dan Pelatihan bahasa Inggris yang kerap mengadakan berbagai jenis program beasiswa, baik program beasiswa  yang diperuntukkan bagi siswa maupun diperuntukkan bagi umum, yakni untuk guru, karyawan, wartawan, dan masyarakat.   (Nurrosyidah Yusuf).    
  


Minggu, 04 Maret 2018

MAN 2 KOTA BIMA BERHASIL SEBAGAI JUARA UMUM OLIMPIADE MIPA STKIP BIMA



Kota Bima (MU)_Prestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima patut diacungi jempol. Pasalnya, siswa MAN 2 Kota Bima berhasil sebagai juara umum pada Kompetisi Olimpiade MIPA Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima.
Kompetisi yang dilaksanakan pada Sabtu, 17/02/2018, diikuti peserta dari Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. Ada 4 mata pelajaran yang dilombakan, yaitu: Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia. Kompetisi ini merupakan ajang tahunan kampus yang mencetak guru ini.
Jumlah medali yang berhasil dibawa pulang utusan MAN 2 Kota Bima ada 13 medali, dengan perincian 4 medali emas, 4 medali perak, dan 5 medali perunggu.  
A.   Matematika, memperoleh 5 medali, yakni:
1.    1 (satu) Medali Emas, atas nama Santri (XII IPA 5).
2.    2 (dua) Medali Perak, atas nama Zikrul Sya’ban (XI IPA 4) dan Ayim Binasti (X IP 6).
3.    2 (dua) Medali perunggu, atas nama Putri Hardianti Citra (XII IPA 4) dan Alifia Arrosida (XI IPA 4).
B.   Fisika, memperoleh 4 medali, yakni:
1.    1 (satu) Medali emas, atas nama Rabiatul Auliah (XII IPA 5).
2.    1 (satu) Medali perak, atas nama Nurhikmah (XII IPA 5).
3.    2 (dua) Medali perunggu, atas nama Nadirah (XII IPA 5) dan Mawardah (X IPA 4).  
C.   Biologi, memperoleh 1 medali, yakni: 1 (satu) Medali emas, atas nama Nurlinah Amalia (XI IPA 4).
D.   Kimia, memperoleh 3 medali, yakni:
1.    1 (satu) Medali emas, atas nama Zulfatun Niam (XII IPA 5).
2.    1 (satu) Medali perak, atas nama Hendar Fahmi (XII IPA 5).
3.    1 (satu) Medali perunggu, atas nama Karina Salsabila (XI IPA 4).

(Nurrosyidah Yusuf).