Pembina dan Tim Presentasi Bahasa Arab
Kota
Bima (MU) – Lagi-lagi siswa MAN 2 Kota Bima berhasil memborong medali dalam ajang
perlombaan Presentasi Bahasa Arab dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB)
Kementerian Agama ke 71 Tahun 2017 Tingkat Kota Bima. Kegiatan perlombaan
Presentasi Bahasa Arab dilaksanakan pada hari Selasa 22/11/2016 mulai pukul
09.00 – selesai, bertempat di Aula MTsN 1 Kota Bima. Diikuti oleh seluruh
sekolah/madrasah Tingkat MA (Madrasah Aliyah) lingkup Kementerian Agama Kota
Bima.
Siswa-siswi
MAN 2 Kota Bima yang mengikuti lomba Presentasi Bahasa Arab terdiri dari 6
orang siswa. Untuk kategori putra yakni: M. Dzulkarnain, M. Nurul Jihad, M.
Izzul Islam dan Imanul Haq. Sedangkan untuk kategori putri yakni: Desi Putri
Ramadhan dan Nur Anggraini. Dari keenam siswa utusan MAN 2 Kota Bima, lima
orang siswa berhasil mendominasi dan berhasil menjadi yang terbaik diantara
puluhan peserta yang mengikuti lomba. Untuk kategori putra, juara terbaik 1
atas nama M. Dzulkarnain, juara terbaik 2 atas nama M. Nurul Jihad, dan juara
terbaik 3 atas nama M. Izzul Islam. Sementara untuk kategori putri, juara
terbaik 1 atas nama Desi Putri Ramadhan dan juara terbaik 2 atas nama Nur
Anggraini.
Pembina
Tim MAN 2 Kota Bima ada 2 orang yaitu Maresan, S.Pd dan Opick Setiawan.
Keterangan dari Pembina Tim MAN 2 Kota Bima, semua peserta lomba presentasi
maupun pidato bahasa Arab merupakan siswa binaan pada kegiatan ektrakurikuler
Annadi Arabian Club MAN 2 Kota Bima.
Salah
satu pembina Tim MAN 2 Kota Bima, Opick Setiawan yang merupakan alumni MAN 2
Kota Bima tahun 2015 ini dan pernah memperoleh medali emas untuk pidato bahasa
Arab saat lomba HAB Kemenag ke 70 tahun 2015 Tingkat Kota Bima menyatakan
bersyukur atas prestasi yang diraih. “ Alhamdulillah, semua atas izin dan ridho
Allah SWT. Setelah kita melakukan ikhtiar yang cukup dengan melakukan pembinaan
setiap harinya, hasilnya luar biasa. Setiap tahun saat HAB Kemenag Kota Bima,
tim presentasi bahasa Arab MAN 2 Kota Bima selalu menjadi sang juara baik
kategori putra maupun putri. Akan tetapi, tahun lalu presentasi bahasa Arab
sempat ditiadakan dengan beberapa pertimbangan”, ujarnya.
Menurut
Opick yang masih berstatus mahasiswa jurusan bahasa Arab ini menjelaskan bahwa
dibandingkan pidato, presentasi lebih sulit karena selain harus menghafal teks
juga dinilai kefasihan dalam bertutur. Penilaian tertinggi adalah menjawab soal
dari juri berdasarkan isi presentasi. Hal terakhir ini yang tidak ada dalam
lomba pidato. Makanya animo peserta lebih banyak ke lomba pidato dikarenakan
tingkat kesulitan presentasi satu tingkat lebih sulit dibandingkan pidato yang
dinilai dari aspek menghafal teks pidato dan ekspresi.
Juri
presentasi bahasa Arab ada 3 orang yang merupakan dosen bahasa Arab di IAIM
(Institut Agama Islam Muhammadiyah) Bima yakni Anwar Sadat, M.Pd, Ahmad Zahid,
M.Hum, dan Sri Wahyuningsih, M.Pd. Keterangan dari pembina Tim MAN 2 Kota Bima,
sistem penjurian sangat sportif karena tidak ada intervensi dari pihak manapun.
Hal ini yang menyebabkan kenapa dipilih juri dari kampus, bukan dipilih dari
madrasah. Dikarenakan ada kekhawatiran adanya kepentingan dari beberapa pihak.
“Mudah-mudahan
kedepannya lebih baik lagi dari segala aspeknya. Semoga mendapatkan perhatian
dari pihak madrasah”, harapnya. (Nurrosyidah Yusuf)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar