Suasana simulasi UNBK Tahap 1
Suasana simulasi UNBK Tahap 1
Kota Bima (MU) – Untuk persiapan
pelaksanaan Ujian Nasional secara online tahun 2017 mendatang, Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) 2 Kota Bima melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer
(UNBK). Tak hanya persiapan sarana dan prasarana seperti: perangkat komputer
dan jaringan, pihak MAN 2 Kota Bima melaksanakan simulasi UNBK sebagai latihan
bagi siswa sehingga siswa-siswi MAN 2 Kota Bima siap dan tak gagap saat
pelaksanaan UNBK April 2017 mendatang.
Sebanyak
226 orang siswa kelas XII dari jurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama telah
melaksanakan simulasi UNBK tahap 1 sejak Rabu 23/11/2016 lalu. Simulasi UNBK
dilaksanakan selama 3 hari. Dalam sehari ada 75 orang siswa yang melaksanakan
simulasi dengan 3 kali sesi.
Keterangan
dari Drs Dahlan, Wakil Kepala (Waka) Kurikulum MAN 2 Kota Bima menjelaskan
simulasi UNBK tahap 1 berjalan lancar meski hanya menggunakan 1 server. Untuk
kelancaran saat UNBK di tahun 2017 mendatang, MAN 2 Kota Bima akan menyediakan
3 server tambahan. Tahap 1 ada 3 mata
pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika.
Simulasi
UNBK di MAN 2 Kota Bima menggunakan jaringan LAN (Local Area Network) atau Jaringan Wilayah Lokal. LAN adalah jaringan komputer yang
jaringannya hanya mencakup wilayah kecil seperti jaringan komputer sekolah. Sistem kerja penggunaan LAN adalah
salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi
server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.
Kepala
MAN 2 Kota Bima, Mansyur, S.Ag menyatakan bahwa saat ini MAN 2 Kota Bima baru
memiliki 35 unit perangkat komputer dan perangkat komputer yang tersambung
dengan server ada 24 unit sehingga sekali sesi ujian ada 24 orang siswa yang
melaksanakan simulasi UNBK. Untuk memenuhi kebutuhan saat UNBK tahun 2017 mendatang,
pihaknya akan menambah jumlah perangkat komputer sebanyak belasan unit
mengingat jumlah siswa MAN 2 Kota Bima yang akan mengikuti Ujian Nasional mencapai
ratusan orang.
“Bulan Januari 2017 mendatang kita
akan menambah jumlah perangkat komputer dan server yang merupakan bantuan dari
Kementerian Agama Pusat dan dari Dana BOS. Meski dengan keterbatasan yang ada,
kantor Kementerian Agama Kota Bima sangat mendukung pelaksanaan UNBK karena
madrasah harus lebih maju baik dari segi proses maupun hasilnya. Apalagi baru
Kementerian Agama yang mewajibkan UNBK bagi madrasah negeri dan sebagian
madrasah swasta”, ujarnya saat ditemui di ruangannya minggu lalu. (Nurrosyidah Yusuf)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar